Perbedaan Public Relation dengan Humas

Published Oktober 8, 2013 by mirantyas

A.   Perbedaan Public Relations Dengan Humas

Salah Pengertian Tentang Public Relations

Dalam praktek memang sering dijumpai salah pengertian tentang public relations. Kesalahan-kesalahan itu antara lain menyatakan bahwa pemahaman yang sepotong – sepotong itu dilatarbelakangi oleh prakteknya yang memang berbeda-beda. Persepsi masyarakat tentang  PR pada umumnya terbagi-bagi atas pendapat sebagai berikut:

  • PR adalah senyuman

Pendapat itu mengatakan bahwa senyum yang menarik akan mampu melunakkan kemarahan orang lain.

  • PR adalah celebrity

Dilatarbelakangi oleh pemakaian tokoh celebrities dalam kampanye PR, maka untuk menyenangkan orang publik mutlak diperlukan kehadiran para selebritas.

  • PR adalah press relations

Dilatarbelakangi oleh pekerjaan kebanyakan para konsultan PR yang terlihat diluar adalah menyelenggarakan konferensi-konferensi pers, membagi-bagikan press release, mengundang wartawan untuk melakukan kunjungan ke pabrik-pabrik, mengatur wawancara bos dengan pers, dan lain-lain.

  • PR adalah Humas

Sebagian praktisi lebih senang menggunakan kata PR ketimbang Humas karena mereka menggangap kata humas berkonotasi humas pada instansi-instansi pemerintah yang lebih mirip dengan kegiatan press relations, termasuk membuat klipingnya. Jauh sebelum PR berkembang dalam perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN, instansi-instansi pemerintah telah lebih dulu mengembangkan humas.

  • PR adalah image

Didasari oleh pemikiran bahwa keberadaan PR dalah untuk memback-up image perusahaan atau lembaga untuk menegakkan citra perusahaan/lembaga tersebut,maka seorang PRO (Public Relation Officer) harus membangun strategi-strategi, termasuk hal-hal yang dianggap dapat merusak citranya.

  • PR adalah menjual

Bagaimana juga kegiatan PR, serbagian orang beranggapan bahwa kegiatan PR harus bisa menjadikan organisasi/lembaganya mudah menjual produk atau gagasan-gagasannya.

  • PR adalah stratejik

Pandangan ini dilandasi oleh pemikiran bahwa upaya komunikasi antar lembaga/perusahaan dengan publiknya bukanlah semata-mata operasional belaka, melainkan membutuhkan konsep yang matang, analisis situasi yang jelas, filosofi, organisasi yang mendukung, serta adanya dukungan dari pimpinan perusahaan.

Mengutip pepatah asing yang mengungkapkan fungsi kehumasan di sebuah perusahan:

  • If I tell you I am handsome and exciting, that is advertising
  • If somebody else tells you I am handsome and exciting, that is sales promotion
  • If you come and tell me you have heard I am handsome and exciting, that is public relations

B.    Definisi Public Relations

1)        Two American PR professionals Scott M. Cutlips and Allen H. Center, “PR is a planned effort to influence opinion through good character and responsible performance based upon mutual satisfactory two-way communication.”

  • “PR adalah usaha perencanaan untuk memengaruhi pendapat menjadi karakter yang baik dan tanggung jawab pelaksanaan berdasarkan kepuasan komunikasi dua arah antar sesama.Jadi, dalam memengaruhi seseorang akan sesuatu, kita harus mempunyai karakter yang baik dan harus mempunyai suatu tanggung jawab dalam pelaksaannya, agar mencakupi kebutuhan komunikan. Jika kita sudah bisa memengaruhi komunikan, maka akan tercapai kepuasan antara kedua belah pihak.

2)        Diane Ackerman : The definition of Public Relations is “Public Relations practice is the planned and sustained effort to establish and maintain goodwill and mutual understanding between an organization and its publics.”

  • “Definisi dari PR adalah, Pelatihan PR direncanakan dan dilakukan usaha yang berkelanjutan dan tetap mendirikan dan memertahankan kemauan yang baik dan pengertian satu sama lain diantara organisasi dan publiknya.

Jadi, dalam PR harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan terlebih dahulu, lalu harus dilakukan suatu usaha yang kontinyu dalam arti berlarut-larut, agar bisa memengaruhi komunikan, maka Diane Ackerman juga menjelaskan tentang perbedaan PR dengan Advertising. Menurutnya “Public relations is the more difficult “free” version of advertising. It turns out it’s not free after all, however paying for advertising allows you to say what ever you want, public relations is different, this is when others say what they want about you.” Artinya, “PR adalah versi dari kata “bebas” yang lebih kompleks dari pengiklanan. Sebenarnya tidak bebas sepenuhnya, bagaimanapun membayar untuk pengiklanan membolehkan kamu untuk mengatakan apapun yang kamu mau, PR berbeda, berbeda karena orang akan mengatakan apa yang dia inginkan tentang kamu.” PR juga harus menciptakan pengertian satu sama lain antar komunikator dan komunikan.

3)        Joye C.Gordon, “Public Relations is Self Assessment and a Symbolic Interacrionism-Based Alternative”

  • “PR adalah Taksiran diri dan Simbol dalam Interaksi berdasarkan pilihan yang lain.”

4)      Public Relations News, mendeskripsikan PR dalam lingkungan organisasi, “Public Relations adalah fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur individual dan organisasi yang punya kepentingan publik, serta merencanakan dan melaksanakan program aksi dalam rangka mendapatkan pemahaman dan penerimaan publik”

5)      Rex.F.Harlow (1900-1976), mengumpulkan 500 definisi dan menyingkatnya, mencakup elemen konseptual dan operasional: “Public Relations adalah fungsi manajemen tertentu yang membantu membangun dan menjaga lini komunikasi, pemahaman bersama, penerimaan mutual dan krja sama antara organisasi dan publiknya.”

  • PR melibatkan manajemen problem atau manajemen isu
  • PR membantu manajemen agar tetap responsif dan mendapat informasi terkini tentang opini publik
  • PR mendefinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan publik
  • PR membantu manajemen tetap mengikuti perubahan dan memanfaatkan perubahan secara efektif.(dalam hal ini, PR sebagai system peringatan dini untuk mengantisipasi arah perubahan (trends)
  • PR menggunakan riset dan komunikasi yang sehat dan etis sebagai alat utamanya

6)      Definisi PR menurut IPR (Institute of Public Relations): Public Relations adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya. Sehingga pengertian Public Relations di sini sebagai suatu rangkaian kegiatan yang diorganisasi sedemikian rupa sebagai upaya kampanye yang berlangsung secara berkesinambungan dan teratur.”

C.    Sistem Sentralisasi dan Desentralisasi Public Relations dalam Suatu Perusahaan

  • Humas Yang Melembaga

Sebagai bidang yang melembaga beraarti memiliki seseorang yang memimpin, memiliki staf dan mestinya memiliki ruang/tempat dan sarana-prasarana pendukungnya.Pengorganasasian disini berbicara tentang struktur, wewenang, tugas dan tanggung jawab. Humas yang melembaga lebih dikenal dengan istilah, bagian/departermen/ divisi humas/ PR/ communication. Dalam bentuk ini terdapat dua system, yaitu sistem sentralisasi dan desentralisasi.

a)      Sistem Sentralisasi yaitu biasanya diterapkan pada perusahaan yang tidak besar. Di mana aktivitas PR diorganisasi secara terpusat atau oleh pusat, posisi atau keduduukan praktisi PR biasanya berada di bawah bagian yang lain dan berada di tingkat lower-middlemanagement.

b)     Sistem Desentralisasi yaitu sistem ini biasanya diterapkan pada peruahaan yang besar, dam manajemen mengerti betul akan pentingnya PR sebagai suatu pendekatan manajemen.

  • Sistem mana yang akan diterapkan tergantung dari beberapa hal, antara lain sebagai berikut :

1. Besar Kecilnya Perusahaan

Hal ini akan berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk menyediakan dana bagi humas, kompleksitas permasalahan yang dihadapinya, kemampuan dalam menyediakan sumber daya kehumasan yang lainnya

  2. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi berkaitan dengan wewenang dan tanggung jawab, hubungan antar struktur, sistem yang membangun dan budaya organisasi.

3. Arti Penting PR Bagi Manajemen

Hal ini berkaitan dengan kekhasan penerapan humas di suatu lembaga, kewenangan petugas humas, peranannya dalam manajemen dan bentuk support dari manajemen puncak.

4. Karakteristik Khas Kehumasan Masing-Masing Lembaga

Hal ini sangat erat kaitannya dengan arti penting PR bagi manajemen.

  • Exstern PR/Humas Agency

Exstern PR adalah sebuah lembaga/perusahaan independen yang berbadan hukum dan bergerak dala layanan dibidag humas, PR ekstern meliputi :

  1. PR Full Service, sebuah perusahaan tersendiri yang bergerak dalam bisnis pelayanan kehumasan, meliputi kegiatan konseling dan sekaligus pelayanan konsultasi dan pelayanan apa yang mereka berikan kepada klien perseorangan/perusahaan PR tersebut).
  2. PR Consultant, yaitu perusahaan PR yang bergerak dalam yayanan konsultasi kehumasan. Pelayanan kosultan yang diberikan tergantung dari kompetensi yang dimiliki para konsultannya.

Beberapa perusahaan Full Service dan Consultant memberi pelayanan di beberapa bidang antara lain :

  1. Pemulihan citra
  2. Pembentukan citra
  3. Corporate culture
  4. Media relations dan publisitas
  5. Goverment relations
  6. Marketing PR
  7. Komunikasi organisasi
  8. Community relations

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: