Kompetisi Antar Media Televisi

Published Januari 10, 2011 by mirantyas

Kompetisi Antar Media Televisi (Analisis dan Aplikasi Teori Niche Atas Dasar Data Sekunder Terhadap Tingkat Kompetisi Antar Lima Stasiun Televisi Swasta Di Indonesia)

Oleh: AG. Sudibyo

Abstrak

Perkembangan industri media massa di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini pesat sekali. Penanaman modal secara besar-besaran telah dilakukan oleh para pemilik modal khususnya sejak diijinkannya televisi swasta di Indonesia. RCTI, SCTV ,TPI , ANTV dan INDOSIAR adalah stasiun-stasiun televisi swasta yang ada di Indonesia. Kondisi ini menyebabkan terjadinya persaingan atau kompetisi diantara ke lima stasiun televisi swasta tersebut untuk berebut pemirsa. Salah satu cara untuk merebut pemirsa ialah dengan menampilkan program-program yang menarik agar banyak ditonton dan memperoleh Rating tinggi. Peranan rating di sini menjadi sangat penting, karena biasanya para produsen akan memasang iklan-iklan di acara-acara yang ratingnya tinggi. Di sinilah kelima stasiun andalannya. Tujuan penelitian ini, ialah untuk mendapatkan gambaran mengenai niche breadth dan niche overlap dari ke lima stasiun televisi swasta tersebut. Untuk mengukur televisi swasta tersebut berkompetisi untuk menampilkan program-program tingkat kompetisi di antara kelima stasiun tersebut dalam penelitian ini digunakan teori Niche.

Teori ini telah berulang kali digunakan untuk mengukur tingkat kompetisi antar media massa. Dalam penelitian ini, pengukuran dilakukan dengan menghitung Niche Breadth dan Niche Overlap terhadap program-program yang ditayangkan kelima stasiun televisi swasta tersebut. Dari penghitungan Niche Breadth diperoleh hasil, bahwa dua stasiun televisi yaitu RCTI dan SCTV mengarah ke pola Generalis, sedangkan tiga stasiun yaitu TPI, ANTV dan Indosiar mengarah ke pola Moderat. Namun demikian ada pola spesifik yang ditunjukkan oleh masing-masing stasiun televisi swasta tersebut. RCTI dan SCTV menonjol dalam program beritanya. TPI dan ANTV menonjol dalam program musiknya, sedangkan Indosiar menonjol dalam program musik dan sinetronnya. Dari penghitungan Niche Overlap diperoleh hasil tingkat persaingan atau kompetisi yang ketat terjadi antara RCTI dan SCTV. Persaingan antara kedua stasiun televisi swasta tersebut terutama terdapat di dalam program-program siaran beritanya. Sedangkan tingkat persaingan yang paling rendah terjadi antara RCTI dan ANTV.

Sumber:

Perpustakaan Universitas Indonesia >> UI – Tesis S2

(http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=77497)

Kompetisi penyiaran televisi swasta di Indonesia memang kerap terjadi, seperti yang diungkapkan pada artikel diatas, bahwa dalam kurun waktu yang singkat dunia siaran televisi swasta mengalami kemajuan pesat. Hal tersebut tentu sangat menarik, terlebih lagi disaat itu channel-channel pertelevisian di Indonesia masih sedikit jumlahnya, sehingga kondisi ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan bagi televisi swasta.

Selanjutnya berkembang lima stasiun televisi swasta yang berkompetisi dalam menyiarkan program-program unggulan guna berebut pemirsa. Penulis berusaha menggambarkan persaingan yang terjadi antar televisi swasta dengan menggunakan teori Niche untuk mengukur superioritas program televisi mana sajakah yang memiliki rating tinggi.  Niche Breadth (persaingan secara meluas) dan Niche Overlap (tingkat kompetisi). Niche Breadth diperoleh hasil, bahwa dua stasiun televisi yaitu RCTI dan SCTV mengarah ke pola Generalis, sedangkan tiga stasiun yaitu TPI, ANTV dan Indosiar mengarah ke pola Moderat. Namun demikian ada pola spesifik yang ditunjukkan oleh masing-masing stasiun televisi swasta tersebut. RCTI dan SCTV menonjol dalam program beritanya. TPI dan ANTV menonjol dalam program musiknya, sedangkan Indosiar menonjol dalam program musik dan sinetronnya. Dari penghitungan Niche Overlap diperoleh hasil tingkat persaingan atau kompetisi yang ketat terjadi antara RCTI dan SCTV. Persaingan antara kedua stasiun televisi swasta tersebut terutama terdapat di dalam program-program siaran beritanya. Sedangkan tingkat persaingan yang paling rendah terjadi antara RCTI dan ANTV.

Teknologi, adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material, dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya, sedang teknologi informasi dalam pengertiannya, merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, pendidikan, bisnis, dan pemerintahan.

Teknologi informasi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi dan teknologi komunikasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani.

Penerapan teknologi informasi dalam sistem komunikasi dan penyiaran di Indonesia

•           Teknologi Siaran Sejak PELITA I teknologi berupa siaran radio dan televisi telah diprogramkan. Memang sarana dan prasarana pada waktu itu belum ada atau belum memadai, namun dengan perkembangan teknologi siaran, seperti siaran langsung dari satelit dan pemancar ulang berdaya rendah, telah memungkinkan dicapainya seluruh pelosok tanah air. Teknologi ini terus berkembang sampai dengan PELITA berikutnya, yang kemudian berkembang dengan munculnya televisi swasta dan jaringan televisi siaran lokal.

•           Satelit Komunikasi Sejak tahun 1976, Indonesia telah memasuki era informasi modern dengan beroperasinya SKSD PALAPA I. Sistem satelit komunikasi ini merupakan kebutuhan yang unik bagi Indonesia, karena keadaan dan letak geografisnya. Dasar pertimbangan pengembangan sistem ini adalah untuk keperluan pendidikan, penerangan, hiburan, pemerintahan, bisnis, pertahanan keamanan, dan perindustrian.

Televisi sudah lama muncul sejak Vladamir Zworykin, seorang Amerika kelahiran Rusia, pada tahun 1923 menemukan Iconoscope, sebuah pesawat TV pertama. Kemudian pada tahun 1928 muncul stasiun TV pertama dengan acara yang terjadwal bernama WGY di Schenectady, New York.

Televisi terus berkembang hingga orang dapat menangkap siaran TV tidak hanya dari satu stasiun TV tetapi dari ratusan stasiun TV. Dimulai dengan antena kecil untuk menangkap siaran TV dari stasiun pemancar TV di Bumi, antena dan peralatan tambahannya berkembang ke antena piring (parabola) besar untuk menangkap siaran TV yang dipancarkan puluhan satelit di langit (menurut The Satellite’s Encyclopedia ada 1700 satelit untuk berbagai fungsi).

Sekarang siaran TV dari puluhan satelit itu bisa digabungkan pada satu atau beberapa satelit yang ditempatkan secara relatif  berdekatan, seperti yang dilakukan oleh sebuah perusahaan TV satelit bernama DirecTV di Amerika dengan satelit DBS1, DBS2, dan DBS3.  Arah antena piring di rumah-rumah tidak perlu lagi dipindah-pindahkan untuk menangkap siaran TV yang berbeda-beda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: